Friday, September 7, 2012

Mengungkap Misteri Dan Fenomena Deja Vu

Deja vu berasal dari sebuah frasa dalam bahasa Perancis yang artinya secara harafiah adalah pernah lihat atau pernah merasakan. Maksudnya yaitu mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena Deja vu disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi yang artinya "ingatan". Sedangkan mengikut definasi kamus English Deja vu adalah "illusion of having previously experienced something actually being encountered for the first time." Jika diterjemahan, Deja vu adalah suatu ilusi di mana seseorang mengalami suatu fenomena yang pada dasarnya sudah di tempuhi untuk pertama kalinya.

Menurut para pakar, setidaknya hampir seluruh penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari Anda pernah mengalami apa yang dinamakan Deja vu sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang Anda rasakan sebenarnya pernah Anda alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.

Namun beberapa pendekatan teoritis sudah pernah dilakukan. Sigmund Freud, ahli psikoanalisis itu sempat mengamati ihwal kondisi aneh ini. Menurut Freud, Deja vu terjadi ketika seseorang secara spontan teringat kembali pada sebuah fantasi yang muncul tanpa disadari. Karena hal ini tak disadari, maka kandungan fantasinya tidak bisa dicermati lebih lanjut. Ia hanya bisa teringat sepintas bahwa peristiwa yang terjadi detik itu sempat terlintas dibenaknya entah kapan

Apakah Anda juga pernah merasakan hal serupa? Ya, itulah yang dinamakan dengan Deja vu. Peristiwa ini bisa berupa tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang baru dilakukan, atau sebuah acara tv yang sedang ditonton. Berbagai penelitian ilmiah telah dicoba untuk dilakukan untuk mengungkap misteri Deja vu, namun belum ada penjelasan yang memuaskan mengenai fenomena ini.

Ilmu memang belum bisa menjelaskan keanehan fenomena Deja vu, sehingga melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan penyebab Deja vu. Salah satu teorinya adalah teori yang diusung oleh Harun Yahya yang mengatakan bahwa peristiwa Deja vu ini merupakan pembenaran terhadap takdir. Segala sesuatu yang akan terjadi merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan dan itu sudah terekam dalam rekaman otak Anda. Sehingga pada saat Anda menghadapi suatu peristiwa tertentu sebetulnya alam bawa sadar Anda sudah mengenalnya (karena peristiwa itu sudah terekam dalam otak Anda) dan pada tingkat kesadaran penuh Anda merasa bahwa Anda pernah mengalami sebelumnya terhadap peristiwa yang baru Anda hadapi tersebut.

Contoh Deja vu, dapat juga dapat Anda lihat kutipan artikel sebagai berikut “Pada tahun 1898, jauh sebelum tenggelamnya kapal Titanic, Morgan Robertson menulis sebuah novel berjudul futility. Kisah fiktif yang ditulisnya memiliki kemiripan yang luar biasa dengan peristiwa tenggelamnya Titanic pada tahun 1912. Nama kapal dan berat serta sekoci-sekocinya pun mirip sekali. Dalam novel tersebut, Morgan menamai kapalnya Titan, sedangkan yang “asli” bernama Titanic, Berat Titan 70.000 ton, sedangkan Titanic 66.000 ton. Titan memiliki 24 sekoci, sedangkan Titanic 20, padahal yang direncanakan 40. Pemilik Titan dilukiskan sebagai orang angkuh. Kenyataannya, pemilik Titanic pun demikian.

1 comments:

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Lintas Berita Fenomenal is proudly powered by blogger.com | Design by BLog Bamz Published by Template Blogger